Tak terasa perjalanan warung seblak ini sudah akan sampai pada waktu yang tak terhitung singkat,yaitu usianya akan menginjak 4 tahun. Sudah banyak cerita yang terangkum di waktu yang telah dijalani. Berbagai situasi dihadapi,entah itu menyenangkan,melelahkan,menyedihkan atau apapun namanya sepertinya pernah dialami. Tak terhitung orang yang sudah datang dan pergi ke kedai sederhana ini. Dari berbagai latar belakang usia,pekerjaan bahkan dari berbagai status sosial ekonomi pernah datang untuk membeli seblak mang udjo
Dari berbagai pengalaman yang didapat tentu saja akan ada saja hal-hal yang paling diingat.
Disela-sela waktu beristirahat dimalam hari selepas penat dan lelah setelah sehari penuh beraktifitas di warung seblak. Akhirnya sekarang mendapat giliran waktu untuk mengisi blog dengan coretan yang sempat terputus.
Tentu saja bahasan yang akan ditulis meneruskan tulisan di blog sebelumnya. Yaitu tentang "CERITA MANG UDJO". Bahasan terakhir masih belum jauh dari awal-awal merintis usaha ini. Sekarang mungkin penjabaran ceritanya akan sedikit melebar, karena tidak hanya menceritakan tentang lapak seblak melulu.
Banyak cerita direntang waktu hampir 4 tahun warung seblak ini berdiri. Setiap edisi tahun terkadang orang yang datang berbeda-beda. Tentu saja dengan banyaknya pribadi yang datang dan pergi, membuat saya sebagai tokoh sentral di warung seblak ini harus bisa memahami karakter,watak dan keinginan mereka. Dalam hal pelayanan saya memposisikan diri sendiri ini seperti air. Seperti sifat air, saya pun harus bisa cair. Dalam artian sikap saya pun harus cair jika menghadapi pembeli. Harus bisa memberikan senyum kepada pembeli itu seperti aturan yang tak tertulis, tentu saja cara mudah untuk mendapatkan senyum para pelanggan dengan mencairkan suasana. Seperti memberikan humor yang ringan tapi mampu membuat orang lain tersenyum. Alhamdulillah saya diberikan anugerah untuk bisa melepaskan "joke" yang ringan,dengan begitu tugas untuk mencairkan suasana itu berjalan dengan agak mulus.
Selain seperti air saya pun melayani mereka dengan melakukan pendekatan dengan cara menjadi bagian dari mereka. Misalkan jika yang datang membeli itu adalah siswi SMA,saya harus tahu apa yang menjadikan kita bisa menjadi bagian dari mereka. Memposisikan layaknya seorang teman menjadi cara termudah untuk bisa dekat dengan mereka. Jika sudah merasa dekat, rasa canggung dalam melayani mereka pun pupus dengan sendirinya. Komunikasi 2 arah pun bisa berlangsung dengan lancar. Atau bahkan dibumbui dengan Cerita tentang pem"Bully"an yang selalu jadi bumbu lain jika konsumen datang ke warung ini. Tentu saja bullying disini bukan seperti kisah pembully'an yang ada di berita-berita tv. Bully disini sebenarnya hanya pengalihan perhatian saja,agar tidak bosan dalam menunggu pesanan dieksekusi menjadi sebuah hidangan seblak.
Tak pernah terasa bosan saat kita menyukai dan menyenangi sesuatu apalagi dari sesuatu yang kita kerjakan membuat orang lain senang dan bahagia, lelah,penat atau bahkan stress pun takkan berani untuk mendekati kita. Banyak keajaiban-keajaiban yang tak terduga saat kita melakukan apa yang dicintai. Pun denganku berjualan seblak,banyak keajaiban yang takkan bisa dirinci satu persatu. Dari seblak pun ku dapat memahami dan mengerti arti dari satu kata yaitu BERBAGI. Karena yang kuyakini rezeki yang kita dapat hakikatnya ada hak orang-orang yang membutuhkan (dibaca:kurang beruntung),dan aku pun percaya alur/siklus rezeki itu harus terus berputar dan jangan sampai hanya berhenti pada kita. Dari seblak juga akhirnya aku bisa berqurban di Idul Adha kemarin dan itu adalah hal yang paling membuat saya terharu. Bahkan saat kambing itu disembelih air mata ini keluar (boleh percaya atau gak),bukan kasihan melihat kambing disembelih, tapi jujur aku sendiri tak percaya bisa sampai pada titik ini. Titik dimana sama sekali tak pernah terbayangkan sebelumnya. Maafkan jika di paragraf ini agak sedikit narsis atau lebay, bukan pujian dari kalian yang diharapkan tapi semoga poin lain yang bisa kalian ambil dari paragraf ini. Semisal kalian bisa ambil poin,seorang tukang seblak saja bisa melakukan hal yang tak pernah terbayangkan sebelumnya, maka kalian yang punya sumber daya jauh lebih banyak dari tukang seblak harus bisa melebihi apa yang bisa dilakukan oleh si tukang seblak.
Paragraf terakhir ini sengaja ditulis untuk ucapan terima kasih kepada semua pelanggan/konsumen seblak mang udjo. Terima kasih banyak atas kesetiaan,kesabaran dan kehangatan yang kalian berikan untuk seblak mang udjo. Tanpa kalian aku bukan apa-apa,dan seblak mang udjo takkan ada dititik ini. Kita sama-sama songsong masa depan dengan rasa optimis dan juga tanamkan pada pikiran kalian, MANG UDJO saja bisa,maka "SAYA" pun harus bisa.
Rabu, 08 November 2017
CERITA MANG UDJO PART 2
Langganan:
Komentar (Atom)