Assalamualaikum dan selamat pagi semuanya.Alhamdulillah pagi ini masih diberikan rizki yang besar dari ALLAH swt.Rizki itu berbentuk nafas kehidupan dan kesehatan sehingga masih bisa menikmati indahnya dunia dan cerahnya pagi dengan sang mentari yang setia menemaninya.
Di pagi ini juga seperti biasa ku buka sosial media twitter.Tanpa sengaja atau tepatnya sudah digariskan untuk melihat dan membaca tulisan di blog milik anak seorang motivator top di indonesia.
Isi tulisan blog itu sederhana bahkan dalam gaya bahasanya pun memakai kalimat yang sudah terbiasa kita dengar sehari-hari.Lugas tapi punya banyak makna yang tersampaikan.Isinya pun seperti harapan yang ingin dia sampaikan,dan itu mudah sekali untuk dicerna.
Dan saat itu juga terpikir ,oh ternyata se sederhana itu harapan dari wanita untuk bisa mendapatkan seorang "pangeran".Bukan sosok pangeran yang kita lihat di dongeng-dongeng ataupun film kartun.Pangeran yang di inginkan wanita hanya seorang yang berani untuk mengungkapkan perasaan cinta tidak hanya kepadanya tapi juga kepada orang tua dan keluarganya yang tentu saja perasaan itu juga harus berlandaskan iman kepada ALLAH swt.
Mungkin yang terpikirkan sekarang oleh ku yang seorang lelaki ,selalu mencari yang terbaik menurut kita bukan terbaik menurut ALLAH swt.Dan fokus kita untuk memperbaiki dirj dan memantaskan diri menjadi berkurang.Padahal meyakini jodoh itu adalah hak prerogatifnya ALLAH swt,yang tidak ada seorang pun dan satu hal pun yang bisa menolak ataupun protes akan ketentuanNYA.
Jadi inshaa ALLAH waktu itu akan datang ,dan yakini seseorang itu adalah pilihan terbaik yang sudah dipersiapkan jauh sebelum kita bernafas untuk pertama kalinya di dunia.
Kamis, 14 November 2013
Tulisan Saat Pagi
Rabu, 21 Agustus 2013
Tak Mau (selamanya) Menjadi Buruh
Mungkin judul tulisan sore ini terlalu mengada-ada atau bahkan sedikit meng-underestimate-kan profesi buruh.Padahal sebenarnya bukan untuk merendahkan profesi buruh melainkan sebuah mimpi terbesar dari seorang buruh.
Iya,saya sendiri seorang buruh di sebuah pabrik yang bergerak di bidang tekstil.Sudah kurang lebih enam tahun saya bekerja di pabrik dan ditasbihkan sebagai seorang buruh.Apalagi sebagai kaum urban menjadi seorang buruh di kota besar adalah sebuah mimpi sederhana.Karena hanya mimpi sederhana yang bisa terwujudkan adalah dengan mengadu nasib menjadi seorang buruh di kota besar.Karena keterbatasan lapangan pekerjaan di kota kelahiran dan juga keterbatasan dari sisi ekonomi yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan pendidikan ke level perkuliahan.
Akan tetapi,akhir-akhir ini ada pertanyaan yang menggelitik di fikiran saya."Mau sampai kapan saya menjadi buruh?".Pertanyaan yang sederhana tapi lumayan membuat saya untuk berfikir tentang,apa visi yang saya punya untuk membangun masa depan saya.Visi untuk bisa meraih masa depan yang lebih baik,khususnya untuk saya dan keluarga
Sebab selama menjadi seorang buruh,jarang sekali bisa memberikan sesuatu dalam bentuk materi yang besar untuk orang-orag terkasih seperti orang tua dan keluarga terdekat.Ditambah lagi ada perasaan,jika tidak berani melakukan perubahan,mungkin waktu seolah membunuh saya secara perlahan.Tanpa disadari waktu akan terus berjalan dan usia semakin bertambah sedangkan progres tidak kunjung terealisasi.
Langkah pertama untuk mewujudkan impian itu,saya akan memulai untuk mempelajari sesuatu,dan langkah awal yang akan diambil adalah dengan mencoba menyisihkan sedikit uang untuk rutin membeli buku.Dan langkah besarnya mungkin dengan akan mencoba melanjutkan pendidikan ke tingkat universitas,atau mungkin mencoba menjadi enterpreuner.
Tapi sebelum langkah-langkah itu terwujud,inshaa allah saya akan bekerja keras dan inshaa allah dengan dilandasi untuk ibadah.Saya akan terus bekerja dengan kesungguhan untuk mendukung impian-impian saya.
Selasa, 20 Agustus 2013
Sebaiknya aku tetap terlihat bodoh
Assalamualaikum dan selamat malam semuanya.Hari ini setelah mengerjakan semua aktifitas sehari-hari,saya kembali ingin menuangkan apa yang ada di fikiran kedalam bentuk tulisan.
Kenapa saya memilih judul "Sebaiknya aku tetap terlihat bodoh ".Karena saya merasakan suatu kejumawaan jika saya merasa sebaliknya dari judul itu."Jumawa",ya jumawa sebab jika saya merasa pintar akan memungkinkan saya untuk menyepelekan dan menganggap pikiran orang lain itu level pemikirannya ada di bawah saya.Dan mungkin apa yang saya pikirkan adalah keinginan untuk terlihat lebih dominan daripada mereka.Kepekaan saya akan tidak terasah dan skeptisme terhadap pola pikir orang lain akan menggiring ego yang saya punya,menjadi tidak terkontrol.
Selain itu saat kita merasa pintar,keinginan kita untuk belajar menjadi sedikit memudar karena rasa jumawa itu membutakan pola pikir saya sendiri.Saya akan berhenti untuk bertanya tentang ketidaktahuan dan ketidakmengertian.
Sebaliknya jika saya berfikir "Sebaiknya aku tetap terlihat bodoh",disana ada kerendahan hati,ada kemauan untuk bertanya dan belajar.Saya akan terpacu untuk bisa menimba ilmu karena perasaan "bodoh" yang saya miliki,mendorong otak saya untuk bereaksi pada hal-hal yang kurang saya pahami dan kuasai.
Dan pesan untuk saya sendiri adalah "Sebaiknya aku tetap terlihat bodoh" dan tetap rendah diri dan rendah hati.Dan tetaplah belajar dan mempelajari suatu hal yang belum dipahami.Karena hakikatnya setiap kehidupan di dunia adalah ladang luas kita untuk menimba ilmu baik secara duniawi dan akhirat.
Wassalam
Senin, 19 Agustus 2013
Menulis
Bagaimana cara memulai sesuatu hal yang kamu senangi?.Jawaban sederhananya adalah dengan memulai dari sesuatu yang dianggap kecil.Seperti yang sedang coba saya lakukan.Ya,saya mencoba belajar untuk menulis,belajar untuk menuangkan apa yang saya pikirkan.
Walau saya tahu masih dalam proses belajar untuk menuliskan sesuatu yang semoga saja ada manfaat untuk saya sendiri.Dan saya tidak menginginkan sebuah apresiasi yang terbungkus oleh pujian.
Karena berharap esensi tulisan yang dibuat hanya memberikan satu progres untuk saya sendiru atau mungkin bisa bermanfaat untuk orang lain.
Dengan berlatar belakang tersebut,insya allah saya akan berusaha untuk menuliskan sesuatu.Entah itu catatan harian atau bahkan tulisan apa adanya yang tentang apa yang ada di otak saya.
BISMILLAH