Mungkin judul tulisan sore ini terlalu mengada-ada atau bahkan sedikit meng-underestimate-kan profesi buruh.Padahal sebenarnya bukan untuk merendahkan profesi buruh melainkan sebuah mimpi terbesar dari seorang buruh.
Iya,saya sendiri seorang buruh di sebuah pabrik yang bergerak di bidang tekstil.Sudah kurang lebih enam tahun saya bekerja di pabrik dan ditasbihkan sebagai seorang buruh.Apalagi sebagai kaum urban menjadi seorang buruh di kota besar adalah sebuah mimpi sederhana.Karena hanya mimpi sederhana yang bisa terwujudkan adalah dengan mengadu nasib menjadi seorang buruh di kota besar.Karena keterbatasan lapangan pekerjaan di kota kelahiran dan juga keterbatasan dari sisi ekonomi yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan pendidikan ke level perkuliahan.
Akan tetapi,akhir-akhir ini ada pertanyaan yang menggelitik di fikiran saya."Mau sampai kapan saya menjadi buruh?".Pertanyaan yang sederhana tapi lumayan membuat saya untuk berfikir tentang,apa visi yang saya punya untuk membangun masa depan saya.Visi untuk bisa meraih masa depan yang lebih baik,khususnya untuk saya dan keluarga
Sebab selama menjadi seorang buruh,jarang sekali bisa memberikan sesuatu dalam bentuk materi yang besar untuk orang-orag terkasih seperti orang tua dan keluarga terdekat.Ditambah lagi ada perasaan,jika tidak berani melakukan perubahan,mungkin waktu seolah membunuh saya secara perlahan.Tanpa disadari waktu akan terus berjalan dan usia semakin bertambah sedangkan progres tidak kunjung terealisasi.
Langkah pertama untuk mewujudkan impian itu,saya akan memulai untuk mempelajari sesuatu,dan langkah awal yang akan diambil adalah dengan mencoba menyisihkan sedikit uang untuk rutin membeli buku.Dan langkah besarnya mungkin dengan akan mencoba melanjutkan pendidikan ke tingkat universitas,atau mungkin mencoba menjadi enterpreuner.
Tapi sebelum langkah-langkah itu terwujud,inshaa allah saya akan bekerja keras dan inshaa allah dengan dilandasi untuk ibadah.Saya akan terus bekerja dengan kesungguhan untuk mendukung impian-impian saya.
Rabu, 21 Agustus 2013
Tak Mau (selamanya) Menjadi Buruh
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
preeet... kuari dimana emang ujoooo...
BalasHapus