Tahun 2019 orang menyebutnya tahun politik bagi negara kita. Tahun dimana pertarungan antar elit politik sangat riuh dan dinamikanya semakin meruncing. Sebelum membahas lebih dalam tentang perpolitikan, ada baiknya kita tahu dulu sistem pemerintahan apa yang dipakai oleh negara kita. Indonesia sejatinya memakai sistem pemerintahan demokrasi presidensial. Apa itu demokrasi?, demokrasi itu menurut bahasa berasal dari 2 kata yang berasal dari bahasa yunani yaitu DEMOS yang berarti rakyat dan KRATOS yang berarti kekuatan atau kekuasaan ( https://id.m.wikipedia.org/wiki/Demokrasi ) yang bisa diartikan sederhana yaitu menjadi kekuasaan ada di tangan rakyat.
Dengan demikian saat kekuasaan ada di tangan rakyat maka mekanisme untuk menjalankan pemerintahan harus dilakukanlah Pemilihan Umum atau yang sering disingkat dan lazim diucapkan dengan istilah PEMILU. Setiap negara yang menganut paham demokrasi memiliki jangka waktu sendiri dalam melangsungkan pemilu, seperti misalnya Amerika Serikat yang pemilunya dilakukan dalam rentang waktu 4 tahun sekali sedangkan di Swiss diadakan pemilihan presiden di setiap tahun. Indonesia sendiri mengadakan pemilu dikurun waktu 5 tahun sekali. Pemilu di Indonesia dilakukan secara langsung artinya one man one vote (satu orang satu suara) yang sebenarnya berbeda dengan pemilu yang diadakan di Amerika yang memakai sistem Electoral College (lebih jelasnya bisa buka tautan berikut https://tirto.id/baik-buruk-sistem-electoral-college-pilpres-di-as-b2BE ).
Kenapa kaum muda khususnya pemilih pemula penting untuk tidak apatis (cuek/masa bodoh) terhadap politik?
Ada banyak alasan yang bisa melandasi kita semua untuk tidak apatis misalnya:
-Karena sistem pemilu kita yang langsung atau one man one vote berarti satu suara yang kita berikan itu mungkin saja bisa menentukan hasil pemilu
-Ada ungkapan vox populi vox dei yang artinya suara rakyat adalah suara Tuhan,maka sebagai rakyat cara untuk menyampaikan pendapat atau pilihan dengan mengikuti pemilu. Artinya saat suara kita bisa tersampaikan kepada pilihan tepat maka itu bisa diartikan suara Tuhan akan tersampaikan kepada orang yang tepat
-Pemilu adalah cara kita bisa menemukan pemimpin yang "terbaik" ataupun legislator (wakil rakyat) yang mumpuni agar mereka bisa merepresentasikan (menggambarkan) apa yang ada dipikiran kita agar bisa menjadi sebuah kebijakan yang tentunya berpihak kepada rakyat
Pemilu kali ini agak berbeda dengan pemilu-pemilu sebelumnya,itu disebabkan karena pemilu edisi kali ini akan dilaksanakan serentak antara Pemilihan Legislatif (PILEG) dengan Pemilihan Presiden (PILPRES). Ada 2 kandidat yang akan bertarung dalam pilpres kali ini yaitu pasangan:
01JOKOWI-MAKRUF AMIN
02 PRABOWO SANDI
Sedangkan untuk pileg kita bisa cek sendiri di sekitar kita dengan mengetahui para Calon Legislatif(CALEG) di Daerah Pemilihan(DAPIL) masing-masing.
Oke,mulai kita bahas pemilih pemula yang begitu seksi suaranya bagi para caleg dan tim sukses Calon Presiden (CAPRES). Pemilih pemula biasanya memiliki sikap apatis terhadap politik,maka bagi mereka akan mudah untuk memanipulasi pikiran kita dengan cara apapun agar kita ada di barisan mereka. Sangat penting bagi kita untuk tahu siapa yang akan dipilih dalam pemilu ini agar suara kita terwakilkan oleh mereka. Karena saat kita salah dalam memilih calon pemimpin maka kebijakan untuk 5 tahun ke depan akan banyak merugikan rakyat. Siapa itu rakyat? Rakyat itu ya kita semua warga negara Indonesia. Pastinya kebijakannya akan dirasakan kita semua entah itu pengusaha,pegawai swasta,pegawai negeri sipil,pedagang seblak bahkan akan dirasakan juga kebijakannya oleh mahasiswa dan pelajar.
Kenapa membahasnya pemilih pemula? Karena saya setiap hari berinteraksi dengan banyak pemilih pemula yang potensial. Prosentasi saya berinteraksi dengan pemilih pemula setiap harinya mungkin sampai pada titik 70%. Kebanyakan dari mereka masih ragu dan belum menentukan pilihan dikarenakan mereka masih belum mendapatkan pemahaman terhadap politik yang komprehensif. Jikapun ada yang sudah menentukan pilihan lebih kepada membebek (mengikuti/cuma ikut-an) apa yang menjadi arus utama (mainstream). Sebenarnya kita ada 3 pilihan dalam pilpres yaitu pilih 01,pilih 02,ataupun menjadi Golongan Putih (GOLPUT) alias tidak memilih keduanya (golput adalah sebuah hak,dan juga sebuah pilihan yang tak melanggar hukum). Untuk kita semua kenali apa visi misi dari kedua capres,cari capres mana yang lebih jelas dalam visi dan misinya agar suara kita bisa dilaksanakan andai mereka terpilih. Cari tahu juga bagaimana program yang akan dilaksanakan mereka jika memenangkan pilpres.
Dalam pileg pun kita bisa melakukan hal yang sama saat kita akan memilih pasangan capres. Untuk memilih anggota legislatif baik itu DPR,DPD,DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota kita juga harus selektif. Jika ada kunjungan caleg yang akan mensosialisasikan programnya berikan mereka pertanyaan yang sederhana tapi membutuhkan jawaban yang tak sederhana. Agar kita tahu layak atau tidak mereka mewakili suara kita di parlemen.
Karena mata sudah mulai mengantuk,pembahasan tentang politik sampai disini saja. Intinya jadilah pemilih yang kritis dan bertanggung jawab karena "nasib kita" 5 tahun ke depan akan dipertaruhkan di bilik suara. Jangan salah pilih pemimpin. Buatlah se'asyik mungkin pemilu kali ini, Akhir kata semoga tulisan ini bermanfaat dan juga minta maaf jika tulisan ini masih belum sempurna
Kamis, 24 Januari 2019
TENTANG PEMILU
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar