Pepatah bilang "GANTUNGKANLAH CITA-CITAmu SETINGGI LANGIT ", karena dengan cita-cita yang tinggi akan berbanding lurus dengan harapan yang tinggi pula,di saat yang sama akan menumbuhkan optimisme yang tinggi.Selain itu akan tumbuh pula keinginan untuk berusaha agar bisa cepat meraih apa yang diinginkan atau dicita-citakan.
Cita-cita itu layaknya seperti impian yang harus bisa diwujudkan. Cita-cita itu pasti dimiliki oleh setiap orang. Misalkan seorang jomblo pasti punya cita-cita, jika pada suatu hari nanti bisa dapatkan seorang pasangan hidup yang seperti apa yang di impikan (curhat dikit ah ,hehe). Jika harus mengandaikan, mungkin cita-cita itu seperti tujuan dalam sebuah perjalanan. Tapi sebelumnya harus tahu dulu tujuan yang mau dicapai itu kemana , agar lebih terarah ke arah mana harus berjalan Misalkan ingin pergi ke suatu tempat yang berjarak sekitar 300 km, ada banyak cara untuk bisa sampai pada tempat tujuan itu. Bisa naik sepeda motor,naik bus umum, pakai jasa angkutan travel, naik kereta api atau mungkin mobil pribadi. Dan di setiap cara itu pasti punya resiko,biaya dan kepuasan tersendiri di setiap caranya. Ambil contoh jika naik bus umum, tentu saja akan memakai waktu yang lama untuk sampai ke tempat tujuan. Bandingkan jika pilihan ke sana dengan memakai mobil pribadi atau pun naik kereta api, pasti hanya butuh waktu sekitar 5-6 jam saja untuk sampai ke tujuan.
Dari analogi itu, ada banyak pilihan cara yang bisa diambil untuk mewujudkan sebuah cita-cita. Semua itu pun harus melihat pula potensi apa yang dimiliki diri sendiri. Tentu setelah potensi itu dapat diketahui, akan semakin mudah dan lancar perjalanan untuk meraih cita-cita. Kendaraan yang dipakai itu ibarat potensi yang dimiliki sedangkan kerja keras itu bahan bakarnya sedangkan doa dan restu orang tua adalah jalan tol yang mempermudah akses untuk sebuah perjalanan.
Keyakinan untuk bisa mewujudkan cita-cita sangat dibutuhkan pula, karena biasanya jika sudah yakin akan tumbuh dengan sendirinya rasa optimisme dan berefek pada timbulnya semangat yang besar, semangat untuk berusaha dan melakukan yang terbaik. Sebaliknya, jika keyakinan itu kecil akan menimbulkan pesimisme yang berujung pada ketakutan untuk melangkah dan maju. Sebenarnya rasa takut gagal sendiri harus dimiliki agar menjadi alarm pengingat untuk berhati-hati dan waspada dalam melakukan tindakan.
Sebagai penutup, semoga apa yang dicita-citakan kita semua bisa menjadi kenyataan, dan tentu pula semoga bisa memberikan kebahagiaan pada orang yang ada di sekitar kita.
Selasa, 28 Oktober 2014
Cita-Cita dan Analogi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar