Jumat, 31 Oktober 2014

Proud Of Juve

Tepat taggal 1 november 117 tahun yang lalu ,disaat Eugenio Canfari dan kawan-kawan,mendirikan sebuah klub sepak bola yang kemudian diberi nama JUVENTUS.FC. Di saat itu pula permulaan sebuah sejarah klub sepakbola tersukses di tanah italia lahir. Tak perlu lagi menjabarkan sejarah awal berdirinya klub ini, saya sangat yakin hampir semua pecinta juventus tahu akan sejarah klub kesayangan kita. Disetiap zamannya selalu hadir pemain-pemain berkelas dan karena saya baru mengetahui dan mengikuti juve sekitar pertengahan tahun 90-an. Itupun tak mengikuti secara penuh karena akses informasi pada zaman itu sangat terbatas, dan hal lain yang sulit mendapatkan berita tentang juve adalah tidak punya tv yang berakibat tidak tahu bagaimana juve bermain.
Satu-satunya informasi yang bisa didapat hanya dari majalah BOLA atau GO (Gelanggang Olahraga) itu pun jika kakak sepupu membeli majalah tersebut yang terbit seminggu 2 kali.
Semakin hari kecintaan saya terhadap juve semakin mendarah daging. Pada  awal milenium baru
sampai pertengahan dekade
2000'an juve terlihat superior di liga
italia .Terbukti dengan beberapa
scudetto yang berhasil diraih dan hanya tim sekelas AS Roma dan AC Milan yang bisa merusak hegemoni dengan mampu merebut scudetto. Sampai di tahun 2006 tragedi itu hadir. Ya tragedi itu bernama Calciopolli. Tragedi buat juventus dan tentu saja juventini. Tragedi yang membuat kita berada pada titik nadir. Dan imbasnya calciopolli mencerai beraikan semuanya,juventus di degradasi ke serie B Pemain bintang pun banyak yang berganti jersey tim lain.
Terlepas dari itu semua benar apa kata orang bijak "selalu ada hikmah yang bisa diambil dari setiap kejadian.atau musibah". Hikmah yang dapat diambil
dari calciopolli,khususnya untuk para juventini itu ternyata calciopolli seperti seleksi alam atau filterisasi yang alami untuk para juventini.Bagaimana tidak dari kasus ini akan terlihat dengan sendirinya mana juventini yang sejati dan mana juventini yang setengah hati dalam mencintai tim sebesar JUVENTUS.Mengutip lirik lagu dari bang haji Rhoma Irama "banyak teman di meja makan,teman saat kita jaya".Dan lirilk itupun bisa dijadikan sebuah analogi yang tepat untuk mereka juventini yang setengah hati.Mereka hanya ada di saat
Juve berada di puncak kejayaan tapi enggan untuk mensupport dan memberikan dukungan untuk juve saat berada di titik nadir,bahkan tidak sedikit dari mereka yang berpaling ke tim lain. Sebaliknya untuk juventini
sejati,calciopolli adalah sarana untuk saling menguatkan ikatan batin antara juventini dan tim kebanggaan JUVENTUS.Ikatan yang terus berjalan dan menyatu hingga kini bahkan mungkin sampai seumur hidup.Dan tidak lupa pula
apresiasi yang setinggi-tingginya
untuk para juventini sejati untuk kesetiaan dan loyalitas .Dan hasilnya berkat semua itu juventus kembali ke jalur yang seharusnya ,jalur kemenangan dan jalur juara ,meski masih banyak yang harus diperbaiki dan target besar yang belum tercapai.
Target-target itu seperti mempertahankan titel scudetto dan yang lebih besar lagi adalah target untuk bisa mengembalikan nama besar la vecchio signora  di kancah eropa khususnya di liga champions. Untuk scudetto tidak terlalu banyak kekhawatiran untuk pertahaninnya. Fokus besar itu sekarang harus nya ada pada liga champions,karena disana ada kebanggaan dan tentu saja dana berlimpah jika bisa berbuat banyak di ajang ini. Jika melihat skuad yang ada memang optimisme untuk berbicara banyak di eropa agak kurang. Hal ini tentu saja tidak terlepas dari kompetitor yang sangat baik dan memiliki banyak pemain bintang. Sebut saja klub-klub yang berasal dari EPL seperti Liverpool,Arsenal,Chelsea dan Manchester City apalagi jika liat tim sekelas Bayern Muenchen,Borussia Dortmund,Real Madrid  bahkan Barcelona.
Kebijakan transfer juve pun tak bombastis tapi efisien. Namun hal itu belum terasa cukup jika harus dibandingkan tim-tim besar eropa lainnya. Tapi sebagai juventini saya yakin masa depan juve yang cerah itu akan hadir jika manajemen juve berani untuk mempertahankan pemain muda potensial seperti Paul Pogba,Arturo Vidal,Kingsley Coman atau bahkan Alvaro Moratta. Dan juga harus mulai mengurangi ketergantungan terhadap pemain veteran seperti Buffon ataupun Pirlo.
Akhir kata ,teruslah menjadi
juventini,.Karena bagi kami
juventus bukan hanya sebatas klub sepakbola,tapi bagi kami Juventus dan juventini adalah sebuah identitas dan kebanggan.
Buon compleano juve...
FORZA JUVE

*Repost dan ngedit tulisan lama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar