Kamis, 24 Januari 2019

TENTANG PEMILU

Tahun 2019 orang menyebutnya tahun politik bagi negara kita. Tahun dimana pertarungan antar elit politik sangat riuh dan dinamikanya semakin meruncing. Sebelum membahas lebih dalam tentang perpolitikan, ada baiknya kita tahu dulu sistem pemerintahan apa yang dipakai oleh negara kita. Indonesia sejatinya memakai sistem pemerintahan demokrasi presidensial. Apa itu demokrasi?, demokrasi itu menurut bahasa berasal dari 2 kata yang berasal dari bahasa yunani yaitu DEMOS yang berarti rakyat dan KRATOS yang berarti kekuatan atau kekuasaan ( https://id.m.wikipedia.org/wiki/Demokrasi ) yang bisa diartikan sederhana yaitu menjadi kekuasaan ada di tangan rakyat.
Dengan demikian saat kekuasaan ada di tangan rakyat maka mekanisme untuk menjalankan pemerintahan harus dilakukanlah Pemilihan Umum atau yang sering disingkat dan lazim diucapkan dengan istilah PEMILU. Setiap negara yang menganut paham demokrasi memiliki jangka waktu sendiri dalam melangsungkan pemilu, seperti misalnya Amerika Serikat yang pemilunya dilakukan dalam rentang waktu 4 tahun sekali sedangkan di Swiss diadakan pemilihan presiden di setiap tahun. Indonesia sendiri mengadakan pemilu dikurun waktu 5 tahun sekali. Pemilu di Indonesia dilakukan secara langsung artinya one man one vote (satu orang satu suara) yang sebenarnya berbeda dengan pemilu yang diadakan di Amerika yang memakai sistem Electoral College (lebih jelasnya bisa buka tautan berikut https://tirto.id/baik-buruk-sistem-electoral-college-pilpres-di-as-b2BE ).
Kenapa kaum muda khususnya pemilih pemula penting untuk tidak apatis (cuek/masa bodoh) terhadap politik?
Ada banyak alasan yang bisa melandasi kita semua untuk tidak apatis misalnya:
-Karena sistem pemilu kita yang langsung atau one man one vote berarti satu suara yang kita berikan itu mungkin saja bisa menentukan hasil pemilu
-Ada ungkapan vox populi vox dei yang artinya suara rakyat adalah suara Tuhan,maka sebagai rakyat cara untuk menyampaikan pendapat atau pilihan dengan mengikuti pemilu. Artinya saat suara kita bisa tersampaikan kepada pilihan tepat maka itu bisa diartikan suara Tuhan akan tersampaikan kepada orang yang tepat
-Pemilu adalah cara kita bisa menemukan pemimpin yang "terbaik" ataupun legislator (wakil rakyat) yang mumpuni agar mereka bisa merepresentasikan (menggambarkan) apa yang ada dipikiran kita agar bisa menjadi sebuah kebijakan yang tentunya berpihak kepada rakyat
Pemilu kali ini agak berbeda dengan pemilu-pemilu sebelumnya,itu disebabkan karena pemilu edisi kali ini akan dilaksanakan serentak antara Pemilihan Legislatif (PILEG) dengan Pemilihan Presiden (PILPRES). Ada 2 kandidat yang akan bertarung dalam pilpres kali ini yaitu pasangan:
01JOKOWI-MAKRUF AMIN
02 PRABOWO SANDI
Sedangkan untuk pileg kita bisa cek sendiri di sekitar kita dengan mengetahui para Calon Legislatif(CALEG) di Daerah Pemilihan(DAPIL) masing-masing.
Oke,mulai kita bahas pemilih pemula yang begitu seksi suaranya bagi para caleg dan tim sukses Calon Presiden (CAPRES). Pemilih pemula biasanya memiliki sikap apatis terhadap politik,maka bagi mereka akan mudah untuk memanipulasi pikiran kita dengan cara apapun agar kita ada di barisan mereka. Sangat penting bagi kita untuk tahu siapa yang akan dipilih dalam pemilu ini agar suara kita terwakilkan oleh mereka. Karena saat kita salah dalam memilih calon pemimpin maka kebijakan untuk 5 tahun ke depan akan banyak merugikan rakyat. Siapa itu rakyat? Rakyat itu ya kita semua warga negara Indonesia. Pastinya kebijakannya akan dirasakan kita semua entah itu pengusaha,pegawai swasta,pegawai negeri sipil,pedagang seblak bahkan akan dirasakan juga kebijakannya oleh mahasiswa dan pelajar.
Kenapa membahasnya pemilih pemula? Karena saya setiap hari berinteraksi dengan banyak pemilih pemula yang potensial. Prosentasi saya berinteraksi dengan pemilih pemula setiap harinya mungkin sampai pada titik 70%. Kebanyakan dari mereka masih ragu dan belum menentukan pilihan dikarenakan mereka masih belum mendapatkan pemahaman terhadap politik yang komprehensif. Jikapun ada yang sudah menentukan pilihan lebih kepada membebek (mengikuti/cuma ikut-an) apa yang menjadi arus utama (mainstream). Sebenarnya kita ada 3 pilihan dalam pilpres yaitu pilih 01,pilih 02,ataupun menjadi Golongan Putih (GOLPUT) alias tidak memilih keduanya (golput adalah sebuah hak,dan juga sebuah pilihan yang tak melanggar hukum). Untuk kita semua kenali apa visi misi dari kedua capres,cari capres mana yang lebih jelas dalam visi dan misinya agar suara kita bisa dilaksanakan andai mereka terpilih. Cari tahu juga bagaimana program yang akan dilaksanakan mereka jika memenangkan pilpres.
Dalam pileg pun kita bisa melakukan hal yang sama saat kita akan memilih pasangan capres. Untuk memilih anggota legislatif baik itu DPR,DPD,DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota kita juga harus selektif. Jika ada kunjungan caleg yang akan mensosialisasikan programnya berikan mereka pertanyaan yang sederhana tapi membutuhkan jawaban yang tak sederhana. Agar kita tahu layak atau tidak mereka mewakili suara kita di parlemen.
Karena mata sudah mulai mengantuk,pembahasan tentang politik sampai disini saja. Intinya jadilah pemilih yang kritis dan bertanggung jawab karena "nasib kita" 5 tahun ke depan akan dipertaruhkan di bilik suara. Jangan salah pilih pemimpin. Buatlah se'asyik mungkin pemilu kali ini, Akhir kata semoga tulisan ini bermanfaat dan juga minta maaf jika tulisan ini masih belum sempurna

Rabu, 08 November 2017

CERITA MANG UDJO PART 2

Tak terasa perjalanan warung seblak ini sudah akan sampai pada waktu yang tak terhitung singkat,yaitu usianya akan menginjak 4 tahun. Sudah banyak cerita yang terangkum di waktu yang telah dijalani. Berbagai situasi dihadapi,entah itu menyenangkan,melelahkan,menyedihkan atau apapun namanya sepertinya pernah dialami. Tak terhitung orang yang sudah datang dan pergi ke kedai sederhana ini. Dari berbagai latar belakang usia,pekerjaan bahkan dari berbagai status sosial ekonomi pernah datang untuk membeli seblak mang udjo
Dari berbagai pengalaman yang didapat tentu saja akan ada saja hal-hal yang paling diingat.
Disela-sela waktu beristirahat dimalam hari selepas penat dan lelah setelah sehari penuh beraktifitas di warung seblak. Akhirnya sekarang mendapat giliran waktu untuk mengisi blog dengan coretan yang sempat terputus.
Tentu saja bahasan yang akan ditulis meneruskan tulisan di blog sebelumnya. Yaitu tentang "CERITA MANG UDJO". Bahasan terakhir masih belum jauh dari awal-awal merintis usaha ini. Sekarang mungkin penjabaran ceritanya akan sedikit melebar, karena tidak hanya menceritakan tentang lapak seblak melulu.
Banyak cerita direntang waktu hampir 4 tahun warung seblak ini berdiri. Setiap edisi tahun terkadang orang yang datang berbeda-beda. Tentu saja dengan banyaknya pribadi yang datang dan pergi, membuat saya sebagai tokoh sentral di warung seblak ini harus bisa memahami karakter,watak dan keinginan mereka. Dalam hal pelayanan saya memposisikan diri sendiri ini seperti air. Seperti sifat air, saya pun harus bisa cair. Dalam artian sikap saya pun harus cair jika menghadapi pembeli. Harus bisa memberikan senyum kepada pembeli itu seperti aturan yang tak tertulis, tentu saja cara mudah untuk mendapatkan senyum para pelanggan dengan mencairkan suasana. Seperti memberikan humor yang ringan tapi mampu membuat orang lain tersenyum. Alhamdulillah saya diberikan anugerah untuk bisa melepaskan "joke" yang ringan,dengan begitu tugas untuk mencairkan suasana itu berjalan dengan agak mulus.
Selain seperti air saya pun melayani mereka dengan melakukan pendekatan dengan cara menjadi bagian dari mereka. Misalkan jika yang datang membeli itu adalah siswi SMA,saya harus tahu apa yang menjadikan kita bisa menjadi bagian dari mereka. Memposisikan layaknya seorang teman menjadi cara termudah untuk bisa dekat dengan mereka. Jika sudah merasa dekat, rasa canggung dalam melayani mereka pun pupus dengan sendirinya. Komunikasi 2 arah pun bisa berlangsung dengan lancar. Atau bahkan dibumbui dengan Cerita tentang pem"Bully"an yang selalu jadi bumbu lain jika konsumen datang ke warung ini. Tentu saja bullying disini bukan seperti kisah pembully'an yang ada di berita-berita tv. Bully disini sebenarnya hanya pengalihan perhatian saja,agar tidak bosan dalam menunggu pesanan dieksekusi menjadi sebuah hidangan seblak.
Tak pernah terasa bosan saat kita menyukai dan menyenangi sesuatu apalagi dari sesuatu yang kita kerjakan membuat orang lain senang dan bahagia, lelah,penat atau bahkan stress pun takkan berani untuk mendekati kita. Banyak keajaiban-keajaiban yang tak terduga saat kita melakukan apa yang dicintai. Pun denganku berjualan seblak,banyak keajaiban yang takkan bisa dirinci satu persatu. Dari seblak pun ku dapat memahami dan mengerti arti dari satu kata yaitu BERBAGI. Karena yang kuyakini rezeki yang kita dapat hakikatnya ada hak orang-orang yang membutuhkan (dibaca:kurang beruntung),dan aku pun percaya alur/siklus rezeki itu harus terus berputar dan jangan sampai hanya berhenti pada kita. Dari seblak juga akhirnya aku bisa berqurban di Idul Adha kemarin dan itu adalah hal yang paling membuat saya terharu. Bahkan saat kambing itu disembelih air mata ini keluar (boleh percaya atau gak),bukan kasihan melihat kambing disembelih, tapi jujur aku sendiri tak percaya bisa sampai pada titik ini. Titik dimana sama sekali tak pernah terbayangkan sebelumnya. Maafkan jika di paragraf ini agak sedikit narsis atau lebay, bukan pujian dari kalian yang diharapkan tapi semoga poin lain yang bisa kalian ambil dari paragraf ini. Semisal kalian bisa ambil poin,seorang tukang seblak saja bisa melakukan hal yang tak pernah terbayangkan sebelumnya, maka kalian yang punya sumber daya jauh lebih banyak dari tukang seblak harus bisa melebihi apa yang bisa dilakukan oleh si tukang seblak.
Paragraf terakhir ini sengaja ditulis untuk ucapan terima kasih kepada semua pelanggan/konsumen seblak mang udjo. Terima kasih banyak atas kesetiaan,kesabaran dan kehangatan yang kalian berikan untuk seblak mang udjo. Tanpa kalian aku bukan apa-apa,dan seblak mang udjo takkan ada dititik ini. Kita sama-sama songsong masa depan dengan rasa optimis dan juga tanamkan pada pikiran kalian, MANG UDJO saja bisa,maka "SAYA" pun harus bisa.

Sabtu, 21 Februari 2015

Disitu Saya Selalu Merasa Bahagia

Jika kamu merasa lelah dan tidak
berdaya

ALLAH tahu betapa kerasnya kamu
berusaha
*Disitu saya selalu merasa bahagia

Ketika kamu sudah menangis sekian
lama dan hatimu masih merasa sedih

ALLAH menghitung air matamu
*Disitu saya selalu merasa bahagia

Ketika kamu berfikir hidupmu sedang
menunggu sesuatu dan waktu berjalan
begitu saja

ALLAH sedang menunggu bersamamu
*Disitu saya selalu merasa bahagia

Ketika kamu berfikir bahwa kamu
sudang mencoba semuanya dan tidak
tahu hendak berbuat apa lagi

ALLAH sudah punya jawaban
*Disitu saya selalu merasa bahagia

Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk
akal dan kamu merasa tertekan

ALLAH dapat menenangkanmu
*Disitu saya selalu merasa bahagia

Ketika kamu merasa sendirian dan
temanmu terlalu sibuk dan tak ada di
dekatmu

ALLAH selalu bersamamu
*Disitu saya selalu merasa bahagia

Ketika kamu mendambakan sebuah cinta
sejati yang tidak kunjung datang

ALLAH mempunyai cinta dan kasih yang
lebih besar dari segalanya dan DIA
telah menciptakan seseorang yang akan
jadi pasangan hidupmu kelak
*Disitu saya selalu merasa bahagia

Saat kau telah berusaha dngan keras
dan kegagalan menghinggapi

ALLAH tahu apa yang ada di depan mu
dan DIA sedang mempersiapkan segala
yg terbaik untukmu
*Disitu saya selalu merasa bahagia

Ketika kau merasa telah dikhianati dan
dikecewakan

ALLAH dapat menyembuhkan lukamu dan
membuatmu tersenyum
*Disitu saya selalu merasa bahagia

Jika tiba2 kau dapat melihat jejak
harapan

ALLAH sedang berbisik padamu
*Disitu saya selalu merasa bahagia

Ketika segala sesuatu berjalan lancar
dan kau merasa ingin mengucap syukur

ALLAH telah memberkahimu
*Disitu saya selalu merasa bahagia

Ketika sesuatu yang indah terjadi dan
kau dipenuhi ketakjuban

ALLAH telah tersenyum padamu
*Disitu saya selalu merasa bahagia

Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi
dan mimpi untuk digenapi

ALLAH sudah membuka matamu dan
memanggilmu dengan namamu
*Disitu saya selalu merasa bahagia

INGAT DIMANAPUN KAU ATAU
KEMANAPUN KAU
MENGHADAP,ALLAH SWT TAHU..
*copas

Kamis, 08 Januari 2015

The Power of "te(r)lanjur

Pasti telinga kita sudah familiar dengan kata terlanjur, di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) tak ada kata "terlanjur ", tetapi yang ada hanya kata "telanjur". Makanya dalam judul sengaja diberikan tanda kurung untuk huruf "R", agar bisa mengikuti kaidah bahasa yang ada. Telanjur/Terlanjur sendiri menurut KBBI memiliki banyak arti berdasarkan kata yang mengikutinya , tapi saya lebih tertarik pada arti yang ini. Telanjur/Terlanjur adalah sudah
terlambat hingga sukar atau tidak
dapat ditarik kembali, diulang, dsb ( Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online - definisi kata telanjur - http://kbbi.web.id/telanjur) . Dan karena kita semua sudah terlanjur menggunakan kata Terlanjur bukan Telanjur, maka selanjutnya saya akan menggunakan kata Terlanjur saja. Sebenarnya bukan arti kata telanjur ataupun perbedaan kata yang biasa digunakan antara terlanjur/telanjur yang menjadi inti untuk dijadikan pembahasan dalam tulisan ini. Anggap saja itu sebagai selingan untuk menambah wawasan saja.
Peribahasa nasi sudah menjadi bubur, tentu bukan peribahasa yang sulit dipahami karena kita semua sudah sering mendengar peribahasa itu. Sedangkan artinya adalah Nasi telah menjadi bubur
artinya:
Sesuatu hal yang sudah terlanjur
terjadi tidak dapat diulang/
diperbaiki lagi ( Arti Peribahasa Indonesia: Nasi Telah Menjadi Bubur - http://artiperibahasa.blogspot.in/2013/02/nasi-telah-menjadi-bubur.html?m=1 ). Dari arti peribahasa itu sendiri tersisip kata terlanjur, dan bahkan arti peribahasa nasi sudah menjadi bubur dan kata telanjur memiliki arti yang tidak berbeda jauh. Jika di perhatikan lagi dengan kalimat yang aslinya dan bukan berbentuk peribahasa nasi sudah menjadi bubur, timbul pertanyaan "apakah nasi yang sudah menjadi bubur, akan dibiarkan begitu saja lalu dibuang? Atau kah kita mau menambahkan sedikit bahan-bahan lain agar bubur itu bisa lebih enak dan selanjutnya kita santap?". Jawaban dari pertanyaan itu ada pada diri kita sendiri, diibaratkan apabila memilih pertanyaan pertama berarti kita memilih untuk menyesali apa yang sudah terjadi dan tak akan mendapatkan pembelajaran apapun jika hanya membiarkan dan membuang begitu saja peristiwa yang tidak diinginkan. Karena tentu saja rasa menyesal tidak dapat merubah apapun, yang ada hanya memperburuk keadaan diri sendiri dan perasaan bersalah terus menghantui pikiran.
Sedangkan apabila memilih pertanyaan yang kedua, ini kebalikan dari terus-menerus menyesali suatu kejadian. Dan saya berani mengatakan ini yang namanya The Power of Terlanjur. Saat nasi sudah terlanjur berubah bentuk menjadi bubur, kita bisa mengkreasikan bahan-bahan lain dan mencampurkannya ke dalam bubur agar lebih terlihat menarik dan tentu saja lebih enak. Bubur yang awalnya tidak diinginkan,akhirnya bisa disantap sebagai pengganti nasi. Bahkan seorang haji Sulam saja bisa sukses dan naik haji berkat berjualan bubur. Tapi sayang nasibnya tragis, Haji Sulam harus meninggal di negara konflik suriah saat jadi relawan disana. Eh kok jadi ngomongin haji Sulam, udah ah kembali ke laptop *ala tukul
Bagaimanapun di setiap kejadian apapun hasilnya kita harus bersyukur dan bisa mengambil hikmahnya walaupun hanya sedikit saja. Seperti analogi nasi dan bubur itu, ada saatnya bangkit saat terpuruk dan melakukan sesuatu agar sebuah keterlanjuran itu tidak menjadi sia-sia. Jadikan kata terlanjur sebagai sebuah awal baru untuk melangkah maju. Jangan berlarut dengan rasa penyesalan yang berlebih. Dunia tak pernah berhenti bergerak, dan jangan sampai kita diam dan tertinggal jauh oleh orang lain. Bergeraklah setidaknya untuk diri sendiri, dan jangan putus asa jika sesuatu hal tak seperti apa yang diinginkan.
*ini hanya coretan asal saja, jika ada yang bermanfaat dari tulisan ini silahkan ambil yang baiknya, tapi jika kurang bermanfaat abaikan saja

Selasa, 02 Desember 2014

Kikis Takut Gagal Dan Rasa Malu

Orang banyak yang bilang jika melakukan sesuatu itu yang paling sulit dalam mewujudkan sebuah keinginan adalah memulainya. Seringkali banyak pemikiran-pemikiran yang menghambat untuk menerapkan apa yang diinginkan menjadi sebuah kenyataan, yang berujung pada rasa keengganan. Terutama hambatan yang paling utama itu adalah rasa takut gagal dan malu.
Takut gagal menjadi penghambat nomor satu, dikarenakan banyak orang yang tidak/belum mengetahui potensi besar apa yang dimikinya. Terkadang kita terlalu banyak mencurahkan pikiran hanya pada hambatan-hambatan yang bakal dihadapi daripada memikirkan potensi apa yang sebenarnya kita miliki. Terlalu banyak sebenarnya sumber daya yang dimiliki oleh diri sendiri dan merupakan pemberian besar dari sang pencipta untuk kita berdayakan. Namun kembali lagi kita sering lalai pada diri kita, dikarenakan pemikiran takut akan kegagalan.
Sikap takut gagal ini harus berani dikikis secara perlahan dan digantikan dengan semangat untuk memulai. Yakinlah pada kekuatan sebuah niat, bahkan di keseharian kita pun sering mendengar ungkapan ini "segala sesuatu  itu bergantung pada niat, jika berniat baik maka kebaikan pun akan datang, begitupun sebaliknya". Dari ungkapan itu saja kita bisa tahu, bahwa setiap niat itu pasti akan membuahkan sebuah hasil yang akan menghasilkan sesuatu jika berani untuk berusaha dan memperjuangkan sebuah keinginan atau cita-cita. Semangat untuk memulai juga akan membawa kita pada langkah-langkah berikutnya dan menuntun pada sebuah pencapaian yang ingin diraih. Jika semangat untuk memulai itu sudah dimiliki, terkadang kita akan tidak menyadari bahwa kita sudah berjalan beberapa langkah dan semakin dekat pada sebuah tujuan yaitu mewujudkan impian.
Teringat pada lirik di sebuah lagu milik band kondang coldplay yang berbunyi "if you never try, you'll never know". Yang artinya kurang lebih seperti ini "jika kamu tidak pernah (berani untuk) mencoba, kamu tak akan pernah tahu  (apa hasil yang akan didapat). Satu kalimat yang memiliki makna yang dalam. Inti dari kalimat itu bisa diperluas menjadi, jika hanya berdiam tanpa melakukan apapun jangan pernah berharap untuk mendapatkan sesuatu. Karena segala sesuatu itu semuanya harus berani untuk diperjuangkan dan diusahakan. Dan secara otomatis semua usaha itu harus dilandasi kekuatan niat yang kuat untuk berani memulai serta berusaha mewujudkan impian.
Penghambat selanjutnya adanya rasa malu yang berlebihan. Sebenarnya rasa malu sendiri wajib dimiliki oleh setiap orang. Tentu saja dengan kadar yang wajar, karena rasa malu berkadar wajar bisa menjadi pembatas kita supaya dalam bertindak memiliki batasan baik secara norma maupun etika. Saat malu yang dimiliki berlebihan, itu yang menjadi masalah. Berawal dari malu,akan datang dengan sendirinya pula rasa minder dan tak percaya diri. Ujung-ujungnya akan membuat kita akan tetap pada titik yang sama dan tak pernah berani untuk beranjak menuju hidup yang lebih baik. Memulai sesuatu untuk mewujudkan impian pun akan sangat sulit. Rasa minder membuat sulit untuk bersosialisasi dan menemukan sesuatu yang baru.
Malu (berlebihan) jika diibaratkan layaknya pasungan tak terlihat bagi manusia. Seperti dipasung (oleh rasa malu),hidup akan sulit dan hanya menunggu bantuan orang lain agar kita bisa berdaya atau berdikari. Kreatifitas akan menjadi buntu karena potensi diri tak bisa di maksimalkan. Yang ada kita akan dihantui rasa takut akan kegagalan dan tak pernah berani untuk mencoba memulai sesuatu. Saya yakin dengan kalimat ini
"Kemenangan sejati itu saat kita bisa menaklukan diri sendiri...". Musuh terbesar itu ada tersembunyi dalam diri kita sendiri, banyak sikap-sikap yang dimiliki diri ini yang hakikatnya menjadi penghambat bagi kita sendiri. Seperti takut gagal dan malu , saat kita bisa mengatasi dan menaklukan hambatan yang ada dalam diri tersebut. Dan tentu saja dengan strategi yang tepat pula, yakinlah langkah-langkah selanjutnya akan lebih mudah. Bahkan kita pun tak menyadari ada pada titik yang belum pernah dipikirkan sebelumnya. Walau orientasi awal kita bukan pada hasil/materi tapi yang paling penting adalah proses dan pembelajaran. Yakinkan diri untuk selalu berucap "saya mampu dan saya tidak takut gagal, karena kegagalan adalah awal dari sebuah keberhasilan".

Minggu, 23 November 2014

Ingin Lolos Ke Semifinal AFF,Timnas Tak Bisa Hanya Bergantung Pada Keberuntungan

Pertandingan perdana piala AFF bagi skuad timnas Indonesia sudah dilewati dengan hasil yang tidak mengecewakan tapi jika melihat proses sampai terciptanya hasil tersebut sangat mengkhawatirkan. Bagaimana tidak,Vietnam berhasil menguasai jalannya pertandingan. Pemain Indonesia dipaksa harus berada di sepertiga lapangan pertahanan sendiri. Hanya menempatkan seorang Sergio Van Dijk (SVD) di tengah lapangan, untuk menerima umpan panjang dari sektor belakang. Peran Boaz Solossa, M Ridwan ataupun Zulham Zamrun yang rencana awal di plot sebagai penyokong SVD pun kurang terlihat kontribusinya, hanya sesekali melakukan serangan sporadis yang bisa dengan mudah dipatahkan oleh pemain bertahan Vietnam.
Sebenarnya ketiga pemain tersebut tidak bisa dipersalahkan karena tidak bisa memberi umpan-umpan matang untuk SVD, karena mereka pun tidak diberi suplai bola dari belakang ditambah peragaan pressing pemain Vietnam tampak rapih dan determinasi mereka sungguh luar biasa. Di sisi lain Manahati dan Raphael Maitimo nampak keteteran menghadapi pemain-pemain Vietnam. Alhasil fokus mereka pun hanya ada di lini pertahanan dan sulit untuk mengalirkan bola ke lini tengah. Ketiadaan sosok playmaker yang ada pada diri pemain Firman Utina ataupun Evan Dimas menjadi penyebab lini tengah timnas tidak punya kreatifitas untuk membangun serangan.
" Beruntung " indonesia mendapat durian runtuh, sempat tertinggal 2 kali timnas mendapatkan keberuntungan oleh  2 kali blunder pemain Vietnam. Gol pertama Zulham Zamrun terjadi karena kelengahan bek Vietnam yang gagal menyapu dengan sempurna umpan lambung dari M Ridwan, yang malah seperti memberi umpan ke kaki Zulham, dan dengan sempurna pula melakukan tembakan menyusur tanah dan menembus gawang Vietnam. Begitupun dengan gol kedua yang kembali berbau keberuntungan, tendangan keras mendatar dari Syamsul Arif tak bisa ditangkap kiper dengan sempurna dan meluncur di sela 2 kakinya.
Pertanyaannya, Apakah keberuntungan itu akan terus ada di pihak timnas??
Rasanya menurut saya tidak bisa lolos ke semifinal jika timnas hanya mengandalkan keberuntungan untuk meraih tropi piala AFF. Alfred Riedl sudah barang tentu melakukan evaluasi, ada banyak titik lemah yang dimiliki timnas yang jadi pertimbangan Riedl untuk segera diperbaiki. Apalagi lawan yang akan dihadapi timnas di babak grup tak bisa dipandang sebelah mata. Disana ada Filipina dan Laos, 2 tim underdog yang bisa saja memberikan kejutan. Filipina dengan pemain naturalisasinya menjelma menjadi kekuatan baru di asia tenggara. Apalagi masih ada 2 pemain suami muda (younghusband) bersaudara dan pemain naturalisasi baru yang berdarah jerman yang pada pertandingan pembuka AFF mampu mencetak 2 gol ke gawang Laos. Begitupun dengan Laos yang mampu berevolusi dari tim yang selalu menjadi bulan-bulanan tim lawan, kini menjadi tim yang mampu menyulitkan tim lawan.
Rasanya perjuangan untuk sekedar lolos dari grup dan lolos semifinal pun tidak akan mudah. Perlu kerja keras dan strategi yang tepat untuk mampu mengeluarkan potensi yang dimiliki pemain timnas. Skema 4-2-3-1 (tanpa playmaker) kegemaran coach Alfred menurutku harus berani di reformasi. Terlalu riskan jika terus pakai strategi itu apalagi jika harus bertemu dengan lawan yang setipe dengan Vietnam. Variasi skema lain pun bisa dicoba, misalnya dengan kembali ke pakem tradisional 4-4-2 dengan mengganti salah satu gelandang bertahan Manahati/Maitimo dengan Firman Utina/Evan Dimas. 2 opsi playmaker ini bisa merubah arah permainan, Seperti kita ketahui Firman dan Evan punya kemiripan gaya bermain. Perbedaan kecil antara keduanya ada pada umpan yang diberikan, Firman cenderung memberi umpan lebih melebar, keuntungannya di tim ada tandemnya di persib yaitu M Ridwan di kanan dan Zulham di kiri,dan saya yakin hadirnya Firman bisa membuat mereka lebih eksplosif di kedua sayap. Sedangkan Evan punya tipe permainan yang lebih stylish dan mampu men-delay dan mengatur tempo. Selain itu skill individu Evan pun lumayan baik untuk mampu merusak irama permainan lawan. Ditambah lagi Evan punya through pass yang lumayan akurat bisa memanjakan duet Boaz-SVD di depan. Jika tetap ingin bermain dengan pola 4-2-3-1 dibutuhkan pemain tengah yang memiliki visi bermain yang baik dan daya jelajah yang luas. Jika di liga eropa mungkin seperti Yaya Toure ataupun Paul Pogba yang punya daya jelajah,visi,skill individu,tendangan kencang dan juga punya kemampuan yang sama dalam bertahan dan menyerang yang sama baiknya. Sayangnya pemain yang punya tipe seperti itu hampir tidak ada,hanya Hariono yang lebih dominan sebagai Breaker atau gelandang penjemput bola bukan bertipe destroyer (perusak) . Selain Hariono masih ada Imanuel Wanggai yang punya gaya bermain mirip Hariono,kelebihannya Wanggai punya skill individu yang lebih baik dibanding Hariono,sedangkan kekurangannya dia temperamen yang bisa berpotensi merugikan tim.
Sebagai pecinta sepakbola dan warga Indonsia,saya berharap timnas bisa memberikan prestasi dan permainan yang membanggakan Indonsia.
Aamiin.

Kamis, 06 November 2014

Fatamorgana Cinta

Fatamorgana adalah sesuatu yang
semu, yaitu suatu bayangan yang
tampak seperti ada tapi
sebenarnya tidak ada. Fenomena fatamorgana biasa lazim terjadi di padang pasir ataupun di sebuah tempat yang memiliki suhu yang panas diatas rata-rata jika dibandingkan dengan tempat lain
Dasar dari cinta itu adalah sebuah keikhlasan ataupun ketulusan untuk memberi, disaat cinta menjadi alasan untuk menerima dan mengharapkan sesuatu, menjadi jaminan bahwa cinta itu akan menjadi hancur. Layaknya seperti bangunan yang roboh karena dibangun dari fondasi yang rapuh. Ketulusan dan keikhlasan akan menjadi fondasi yang kokoh dalam membangun sebuah bangunan cinta. Ditambah percaya satu sama lain akan menjadi dinding pembeda bagi bangunan cinta itu.
Apabila dalam sebuah cinta sudah tidak ada ketulusan, mungkin bisa disamakan cinta yang kita miliki itu adalah seperti fenomena fatamorgana. Cinta itu hanya kesemuan yang terbalut oleh keindahan dan kebahagiaan yang semu pula. Takkan ada pengorbanan, karena yang terjadi hanya sebuah investasi dan pasti akan berhubungan dengan apa yang diterima harus lebih besar dari apa yang sudah diberikan. Cinta sejati terhadap manusia akan sulit ditemukan, cinta semu akan sangat mudah ditemukan dalam kehidupan. Apalagi jika bicara cinta ala duniawi, cinta benar-benar terasa semu dan menjemukan. Banyak hal yang bisa dengan mudah meruntuhkannya. Dunia sendiri adalah unsur dari sebuah kefanaan,dan tentunya sudah pasti tidak akan menemukan sebuah keabadian.
Mencintai dengan landasan karena Allah,serta ingin mendapat keridhaan dariNYA serta Akhirat sebagai tujuan akhir kita, mungkin bisa menjadi jalan keluar untuk bisa terhindar dari fatamorgana cinta. Hakikat cinta itu adalah saat dimana cinta itu bisa lebih mendekatkan pada sang Illahi yang sudah memberikan cinta dan kasih sayang sepenuhnya tanpa mengharapkan pamrih.